Page 43 - Laporan Tahunan KFC 2025_low22.56
P. 43

Rp798,25 miliar pada 2024.  Sepanjang  tahun 2025,    in  2024.  Throughout  2025,  the Company prioritized
               Perseroan  memprioritaskan  pengendalian  beban    control  over  operating  expenses,  optimization  of  capital
               operasional, optimalisasi belanja modal, serta penguatan   expenditure,  and  the  strengthening  of  liquidity  and
               likuiditas  dan arus  kas,  yang menunjukkan hasil  nyata   cash flow, which reflected  tangible  results from its cost
               dari agenda perbaikan struktur  biaya  dan produktivitas.   structure and productivity improvement agenda. Overall,
               Secara umum, pada  tahun 2025  Perseroan mencapai   in 2025 the Company achieved most of its key operational
               sebagian  besar target operasional utama, khususnya   targets,  particularly  in  cost  efficiency  and  same-store
               pada area efisiensi biaya dan stabilisasi penjualan same-  sales stabilization. However, sales growth did  not yet
               store.  Namun demikian, pertumbuhan  penjualan belum   fully meet the initial  annual target due  to pressure on
               sepenuhnya optimal dibandingkan  target  awal  tahun   purchasing power.
               akibat tekanan daya beli.



               PROSPEK USAHA TAHUN 2026                           2026 BUSINESS PROSPECTS

               Direksi menilai bahwa tahun 2026 akan  tetap berada   The Board of Directors views 2026 as a period that will
               dalam  lanskap  eksternal yang dinamis, dengan  peluang   remain  shaped  by  a  dynamic  external  landscape,  with
               pertumbuhan yang disertai tantangan global dan domestik   growth opportunities  accompanied  by increasingly
               yang semakin kompleks,  sehingga memerlukan  respons   complex global and domestic challenges, thereby requiring
               strategis yang adaptif. Laporan Bank Dunia memberikan   an adaptive strategic response. The World Bank’s report
               gambaran yang relatif  positif  terhadap pertumbuhan   presents a  relatively positive outlook for Indonesia’s
               ekonomi  Indonesia, yang diperkirakan berada  di kisaran   economic growth, which is projected to remain at around
               5,0% pada 2025–2026.  Namun demikian, kondisi      5.0% in 2025–2026. At the same time, however, external
               eksternal,  termasuk eskalasi konflik di Timur Tengah,   conditions,  including  the escalation of conflict  in  the
               konflik di kawasan Balkan yang belum mereda, kebijakan   Middle East, the unresolved conflict in the Balkans, United
               tarif impor  Amerika Serikat, serta  perkembangan   States import tariff policies,  and developments  relating
               kesepakatan perjanjian  dagang  Indonesia–Amerika   to the Indonesia–United States trade agreement, remain
               Serikat, tetap menjadi bagian dari  dinamika  yang dapat   part of the broader dynamics that may affect oil and gas
               memengaruhi harga migas, harga komoditas global, dan   prices, global commodity prices, and the level of economic
               tingkat ketidakpastian ekonomi pada tahun 2026. Dalam   uncertainty in 2026. In this context, movements in global
               konteks tersebut, dinamika harga komoditas global, inflasi   commodity prices, global inflation, and changes in trade
               dunia,  dan perubahan kebijakan perdagangan  menjadi   policy remain factors that require close monitoring. The
               faktor-faktor yang perlu terus dicermati. Stabilitas rantai   stability of food and raw material supply chains will also
               pasok makanan dan bahan baku juga akan menjadi salah   remain an important factor in ensuring the continuity of
               satu  penentu  kelancaran kegiatan  usaha, terutama  di   business activities, particularly amid shifts in global trade
               tengah pergeseran pola perdagangan global yang turut   patterns  that continue  to influence  business  risks  and
               memengaruhi risiko dan peluang usaha.              opportunities.
               Dari sisi domestik, konsumsi rumah tangga diperkirakan   Domestically,  household  consumption  is  expected  to
               tetap memegang  peranan  dominan dalam menopang    remain the dominant driver of national economic growth.
               pertumbuhan  ekonomi nasional.  Meskipun demikian,   Nevertheless, the level  of  consumption  will  continue  to
               tingkat konsumsi  tersebut  tetap dipengaruhi  oleh  daya   be influenced  by  consumer  purchasing power,  which
               beli masyarakat,  yang berkaitan dengan  pertumbuhan   is  closely  linked to  income  growth, job creation, and
               pendapatan,  penciptaan  lapangan  kerja,  serta   the continuity  of government  incentive programs in the
               keberlanjutan  program insentif pemerintah  di  bidang   economic and social sectors, including the MBG Program.
               ekonomi dan sosial,  termasuk  Program MBG.  Di  tengah   Against this macroeconomic backdrop, Indonesia’s food
               proyeksi makro tersebut, industri makanan dan minuman   and beverage industry is expected to continue delivering
               di Indonesia diperkirakan tetap menunjukkan kinerja yang   solid performance.  Data  from the Indonesian  Food  and
               solid. Data Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman   Beverage Producers Association (GAPMMI) indicates that
               Indonesia  (GAPMMI)  menunjukkan target pertumbuhan   the industry’s future growth target is in the range of 7% to
               industri  makanan dan minuman pada masa  mendatang   9%, in line with pre-pandemic achievement levels.
               berada pada kisaran 7% hingga 9%, sebagaimana capaian
               sebelum pandemi.


                                                 PT Fast Food Indonesia Tbk | Annual Report 2025               41
   38   39   40   41   42   43   44   45   46   47   48