Page 35 - Laporan Tahunan KFC 2025_low22.56
P. 35
permintaan domestik dan aktivitas produksi. Dari sisi Indonesia also maintained its attractiveness as one of the
investasi, Indonesia juga tetap mempertahankan daya main investment destinations, with investment realization
tariknya sebagai salah satu tujuan utama investasi, throughout 2025 reaching approximately Rp1.9312
dengan realisasi investasi sepanjang tahun 2025 quadrillion, or increasing by around 12.7% compared with
mencapai sekitar Rp1.931,2 triliun, atau meningkat sekitar the previous year. National political stability, economic
12,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Stabilitas politik policies considered to be in line with expectations, and
nasional, kebijakan ekonomi yang dinilai sesuai harapan, various government initiatives to improve the ease of
serta berbagai inisiatif pemerintah dalam memberikan doing business were key factors supporting investor
kemudahan berusaha menjadi faktor penting yang confidence and the continuity of investment inflows.
mendukung kepercayaan investor dan keberlanjutan arus
investasi.
Di sisi eksternal, pertumbuhan ekspor yang didorong oleh On the external side, export growth driven by improved
peningkatan kinerja ekspor migas, nonmigas, dan jasa oil and gas, non-oil and gas, and services exports also
turut berkontribusi terhadap surplus neraca perdagangan contributed to Indonesia’s trade surplus of US$41.05 billion
Indonesia sebesar US$41,05 miliar pada tahun 2025. in 2025. This condition was supported by an adequate
Kondisi tersebut didukung oleh neraca transaksi modal capital and financial account balance and a current
dan finansial yang memadai serta defisit transaksi berjalan account deficit that remained under control, reflecting the
yang tetap terkendali, yang mencerminkan fundamental sound and stable fundamentals of Indonesia’s balance
neraca pembayaran Indonesia yang sehat dan stabil. of payments. By business sector, the accommodation
Berdasarkan lapangan usaha, sektor akomodasi dan and food service sector were among the fastest-growing
makan minum menjadi salah satu sektor dengan sectors, alongside transportation and warehousing,
pertumbuhan tertinggi, di samping sektor transportasi information and communication, and financial services.
dan pergudangan, infokom, serta jasa keuangan.
Peningkatan mobilitas masyarakat yang diiringi oleh Increased public mobility, accompanied by a rise in both
bertambahnya kunjungan wisatawan mancanegara international and domestic tourist visits, contributed
maupun nusantara memberikan kontribusi yang signifikan significantly to this sector’s performance, resulting in
terhadap kinerja sektor ini, sehingga secara kumulatif cumulative growth of 7.41% in accommodation and
sektor akomodasi dan makan minum tumbuh sebesar food service activities in 2025. This growth was also
7,41% pada tahun 2025. Pertumbuhan tersebut juga supported by various large-scale activities, including the
memperoleh dukungan dari berbagai kegiatan berskala implementation of the National Free Nutritious Meals
besar, termasuk implementasi Program Nasional Makan Program (MBG), as well as a range of national and
Bergizi Gratis (MBG), serta penyelenggaraan beragam international events that further increased demand for
acara nasional dan internasional yang turut meningkatkan food and beverage products and services.
permintaan atas produk dan layanan makanan dan
minuman.
Pada sub-sektor restoran siap saji, tingkat persaingan Within the quick service restaurant subsector, competition
antar pelaku usaha semakin intensif. Program UMKM among business players became increasingly intense.
Level Up yang terus dikembangkan pemerintah sepanjang The UMKM Level Up program, which continued to
tahun 2025 mendorong pelaku UMKM di sektor makanan be developed by the government throughout 2025,
dan minuman untuk meningkatkan akses pemasaran, encouraged MSMEs in the food and beverage sector to
efisiensi operasional, inovasi produk, dan daya saing. improve market access, operational efficiency, product
Kondisi ini menyebabkan semakin banyak pelaku usaha, innovation, and competitiveness. This condition resulted
baik bermerek maupun non merek, yang menawarkan in a growing number of businesses, both branded and
produk sejenis kepada konsumen, sehingga persaingan unbranded, offering similar products to consumers,
pasar menjadi semakin ketat. thereby intensifying market competition.
Di tengah kondisi tersebut, Perseroan tetap memandang Amid these conditions, the Company continued to view
bahwa KFC memiliki basis pelanggan yang kuat serta KFC as having a strong customer base and a loyal market
PT Fast Food Indonesia Tbk | Annual Report 2025 33

