Page 225 - Laporan Tahunan KFC 2025_low22.56
P. 225
Risiko Keberlanjutan / Risiko ESG [SEOJK E.3] Sustainability Risk / ESG Risk [SEOJK E.3]
Bagi Perseroan, pengelolaan risiko Lingkungan, Sosial, For the Company, managing Environmental, Social,
dan Tata Kelola (ESG) merupakan aspek penting dalam and Governance (ESG) risks is an essential component
mendukung keberlanjutan operasional dan pencapaian of sustaining operations and achieving long-term
kinerja jangka panjang. Risiko lingkungan mencakup performance. Environmental risks include managing
pengelolaan dampak operasional terhadap perubahan the operational impact on climate change, particularly
iklim, termasuk penggunaan energi, pengelolaan in relation to energy consumption, waste management,
limbah, dan sumber bahan baku. Sebagai jaringan and sourcing of raw materials. As a fast-food restaurant
restoran cepat saji, Perseroan juga menghadapi risiko network, the Company also faces social risks associated
sosial yang berkaitan dengan isu kesehatan terkait with health concerns related to fast-food consumption
pola konsumsi makanan cepat saji, kesejahteraan patterns, employee welfare, and community engagement.
karyawan, dan keterlibatan masyarakat. Sementara itu, Governance risks encompass ethical business practices,
risiko tata kelola meliputi penerapan praktik bisnis yang regulatory compliance, and transparency in reporting. The
etis, kepatuhan terhadap ketentuan peraturan, serta proactive management of ESG risks is therefore critical for
transparansi dalam pelaporan. Pengelolaan risiko ESG maintaining the Company’s reputation, fulfilling regulatory
secara proaktif menjadi penting bagi Perseroan untuk requirements, and addressing the evolving expectations of
menjaga reputasi, memenuhi persyaratan regulasi, serta consumers and investors regarding sustainability.
menjawab ekspektasi konsumen dan investor yang terus
berkembang terhadap aspek keberlanjutan.
Dalam memitigasi risiko ESG, Perseroan menerapkan To mitigate ESG risks, the Company implements a range of
berbagai strategi yang terintegrasi dalam kegiatan strategies integrated into its business activities. From an
operasionalnya. Dari aspek lingkungan, Perseroan environmental perspective, the Company adopts energy-
menjalankan praktik operasional yang efisien dalam efficient operations, promotes recycling initiatives, and
penggunaan energi, mendorong kegiatan daur ulang, applies sustainable sourcing practices to minimize its
serta menerapkan sumber bahan baku yang berkelanjutan carbon footprint and waste. From a social perspective,
guna meminimalkan jejak karbon dan limbah. Dari the Company provides healthier menu options, invests
aspek sosial, Perseroan menyediakan pilihan menu yang in employee training and benefits, and participates in
lebih sehat, meningkatkan investasi pada pelatihan dan community development initiatives to support public
kesejahteraan karyawan, serta berpartisipasi dalam health and social welfare. From a governance perspective,
kegiatan pengembangan masyarakat untuk mendukung the Company applies transparent reporting practices,
kesehatan publik dan kesejahteraan sosial. Dari aspek ensures compliance with applicable regulations, and
tata kelola, Perseroan menerapkan praktik pelaporan yang maintains high standards of corporate ethics. Through
transparan, memastikan kepatuhan terhadap ketentuan the implementation of these mitigation strategies, the
yang berlaku, serta menjaga standar etika perusahaan Company enhances its resilience to ESG risks while
yang tinggi. Melalui penerapan strategi mitigasi tersebut, supporting long-term sustainability and stakeholder trust.
Perseroan memperkuat ketahanan terhadap risiko ESG
serta mendukung keberlanjutan usaha dan kepercayaan
pemangku kepentingan.
PT Fast Food Indonesia Tbk | Annual Report 2025 223

