Page 250 - Laporan Tahunan KFC 2025_low22.56
P. 250

TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN
                                    Corporate Social Responsibility and Environmental Responsibility















        Hasil  evaluasi  dimanfaatkan  untuk  menentukan   Evaluation results  are used to  determine  priorities for
        prioritas perbaikan  dan penguatan  pengendalian,   improvement and strengthening  of controls, including
        termasuk  peningkatan  pelatihan,  penyempurnaan   enhanced  training,  refinement  of  operational  processes,
        proses operasional, serta fokus pada mitigasi risiko ESG   and focus on mitigating the most material  ESG risks.
        yang paling  material. Selain  itu, evaluasi juga menjadi   In  addition, evaluation serves  as  the basis  for scaling
        dasar  dalam  pengembangan  dan perluasan program   effective sustainability initiatives, such  as  expanding
        keberlanjutan yang dinilai efektif, seperti perluasan inisiatif   environmental programs to more outlets and reinforcing
        lingkungan  pada  lebih  banyak gerai serta  penguatan   sustainability culture campaigns to generate broader and
        kampanye budaya keberlanjutan agar memberikan      longer-term impact.
        dampak yang lebih luas dan berkelanjutan.



        HUBUNGAN DENGAN PEMANGKU KEPENTINGAN               STAKEHOLDERS ENGAGEMENT
        [SEOJK E.4]                                        [SEOJK E.4]

        Keterlibatan  pemangku kepentingan  merupakan  bagian   Stakeholder  engagement  forms an integral  part of the
        integral dari pendekatan  keberlanjutan  Perseroan   Company’s  sustainability  approach, which is  grounded
        yang berlandaskan  penciptaan  nilai  tambah melalui   in value creation through  impact management  and
        pengelolaan dampak dan penerapan prinsip pembangunan   the application  of sustainable development  principles.
        berkelanjutan. Perseroan menekankan peningkatan    The  Company emphasizes strengthening  engagement
        engagement dan kesadaran di kalangan pemangku      and awareness  among its  key  stakeholders,  including
        kepentingan,  termasuk  karyawan, mitra  kerja/pemasok,   employees,  suppliers  and business partners,  fostered
        mitra binaan, komunitas sekitar, pelanggan, regulator, dan   partners, surrounding communities, customers, regulators,
        investor, agar praktik keberlanjutan diadopsi secara lebih   and investors, to promote  broader and more consistent
        luas dan konsisten.                                adoption of sustainable practices.

        Prioritas pemangku kepentingan ditetapkan berdasarkan   Stakeholder  priorities are determined  based  on ESG
        isu ESG yang paling material bagi operasional  jaringan   issues that  are  most  material  to  the quick-service
        restoran cepat saji,  mencakup  aspek  lingkungan,  sosial,   restaurant network’s operations, covering environmental,
        dan tata  kelola. Fokus  engagement diarahkan pada   social, and governance aspects. Engagement efforts are
        area yang memengaruhi  keberlangsungan  operasional   directed  toward areas that affect  operational  continuity
        dan reputasi Perseroan, seperti  pengelolaan  dampak   and corporate reputation, such as environmental impact
        lingkungan, kesejahteraan dan pengembangan karyawan,   management,  employee welfare  and development,  and
        serta kepatuhan dan etika bisnis.                  compliance and business ethics.

        Dalam mengelola hubungan secara sistematis, Perseroan   To manage  stakeholder  relationships  in a structured
        menerapkan pendekatan AA1000 sebagai kerangka untuk   manner, the Company applies the AA1000 framework to
        mengidentifikasi, menganalisis, dan menanggapi aspirasi   identify, analyze, and respond to stakeholder aspirations
        pemangku kepentingan secara transparan dan akuntabel.   in a  transparent and accountable  way.  Engagement
        Mekanisme keterlibatan  dilakukan melalui program   mechanisms   include   internalization  programs
        internalisasi (pelatihan, workshop, kampanye), penerapan   (training, workshops,  and campaigns),  environmentally
        inisiatif  operasional ramah  lingkungan di  gerai, serta   responsible operational initiatives at outlets, and regular
        komunikasi rutin dengan  mitra dan komunitas melalui   communication  with  partners and communities  through
        berbagai program yang dijalankan Perseroan.        various Company programs.

        Isu yang mengemuka dari proses keterlibatan umumnya   Key  issues raised through  engagement  processes
        berkaitan  dengan  efisiensi  energi,  pengurangan  limbah   generally relate to energy efficiency, waste and packaging
        dan kemasan, pengelolaan  air  limbah, kesehatan dan   reduction, wastewater management, consumer health and
        pola konsumsi, kesejahteraan  serta  pengembangan   consumption patterns, employee welfare and development,
        karyawan, serta kepatuhan dan etika. Masukan tersebut   as  well as  compliance  and ethics. Stakeholder  inputs
        diintegrasikan  melalui siklus pemantauan  indikator dan   are integrated  through  monitoring cycles and process





        248                              PT Fast Food Indonesia Tbk | Laporan Tahunan 2025
   245   246   247   248   249   250   251   252   253   254   255