Page 96 - Laporan Tahunan KFC 2025_low22.56
P. 96

ANALISIS DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN
                                    ANALISIS DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN
                                    Management Discussion and Analysis
                                    Management Discussion and Analysis

        TINJAUAN PEREKONOMIAN

        Economic Overview







        PEREKONOMIAN DUNIA                                 GLOBAL ECONOMY
        Perekonomian global  mengalami  stagnasi  pada  tahun   The  global economy stagnated  in 2025, primarily due
        2025, yang terutama dipengaruhi oleh  penerapan  tarif   to the implementation of reciprocal import tariffs by the
        impor resiprokal  oleh Amerika  Serikat  terhadap seluruh   United States  on all  of its  trading partners beginning  in
        negara  mitra  dagangnya sejak  April 2025.  Kebijakan   April 2025.  The  unilateral tariff  measures, which were
        tarif impor  sepihak tersebut,  yang kemudian  direspons   subsequently met with retaliatory actions, particularly by
        dengan tindakan retaliasi terutama oleh China, menekan   China, weighed on global trade. However, as a number of
        perdagangan  global. Namun demikian, seiring  dengan   bilateral and multilateral trade agreements were reached,
        tercapainya  sejumlah kesepakatan  dagang  bilateral   global trade tensions gradually eased toward the end of
        maupun  multilateral, ketegangan perdagangan  global   the year.
        berangsur mereda menjelang akhir tahun.

        Selain kebijakan tarif resiprokal, stagnasi ekonomi global   In addition  to reciprocal tariff policies,  global  economic
        juga dipengaruhi  oleh  eskalasi ketegangan  geopolitik,   stagnation was  also  affected  by  escalating geopolitical
        termasuk berlanjutnya perang Rusia-Ukraina dan konflik   tensions, including the continuing Russia-Ukraine war and
        di kawasan Timur Tengah. Kondisi tersebut mengganggu   conflict in the Middle East. These developments disrupted
        rantai pasok global, jalur perdagangan internasional, dan   global supply chains, international trade routes, and
        meningkatkan biaya logistik di pasar global. Di sisi lain,   increased logistics costs in global markets. At the same
        fragmentasi ekonomi antarnegara juga meningkat dan   time, rising economic  fragmentation across countries
        turut menghambat proses pemulihan ekonomi global.  further constrained the pace of global recovery.
        Perekonomian  Amerika Serikat  melambat dengan     The United States economy slowed, with growth of 2.2%,
        pertumbuhan  sebesar 2,2%, yang dipengaruhi  oleh   reflecting lower government spending due to a prolonged
        penurunan  belanja  pemerintah  akibat  shutdown   shutdown  and weaker consumer demand. In  addition,
        berkepanjangan serta melemahnya permintaan konsumen.   the U.S. labor market also faced challenges, as indicated
        Selain itu, pasar  tenaga kerja  AS juga  menghadapi   by the  increasing number  of workers not absorbed  into
        tantangan, tercermin  dari meningkatnya  jumlah tenaga   employment.
        kerja yang belum terserap oleh lapangan pekerjaan.
        Di kawasan  Eropa, pertumbuhan ekonomi  tertahan oleh   In Europe,  economic  growth remained  constrained  by
        tingginya  ketidakpastian,  terutama  terkait  kebijakan   elevated uncertainty, particularly related  to U.S.  tariff
        tarif  Amerika  Serikat  yang menekan aktivitas  investasi.   policies that pressured investment activity. Nevertheless,
        Meskipun demikian,  perekonomian  di  sebagian besar   most European Union economies continued to have room
        negara Uni Eropa masih memiliki potensi perbaikan yang   for improvement, supported by fiscal stimulus, monetary
        ditopang  oleh  stimulus  fiskal,  pelonggaran  kebijakan   easing, and relatively stable labor market conditions.
        moneter, dan pasar tenaga kerja yang relatif stabil.
        Sementara  itu, negara-negara  utama dalam kelompok   Meanwhile,  major countries  within the Emerging Market
        Emerging Market and Developing Economies  (EMDEs),   and Developing Economies  (EMDEs), such  as  India
        seperti  India  dan China, menunjukkan ketahanan yang   and China,  indicated  greater resilience  than advanced
        relatif  lebih baik  dibandingkan  negara maju.  Ekonomi   economies.  India’s economy  recorded  strong  growth of
        India tumbuh tinggi sebesar 7,8%, didukung oleh kuatnya   7.8%, supported by the manufacturing sector, construction
        sektor manufaktur, konstruksi, dan investasi infrastruktur.   activity, and solid infrastructure investment. China’s
        Ekonomi China tumbuh sesuai target pemerintah, ditopang   economy  grew in line with  the government’s  target,
        oleh surplus perdagangan, meskipun masih menghadapi   supported by  its  trade surplus, although  risks  in the
        risiko dari sektor properti dan permintaan domestik yang   property sector and still-soft domestic demand remained.
        belum sepenuhnya pulih.










        94                               PT Fast Food Indonesia Tbk | Laporan Tahunan 2025
   91   92   93   94   95   96   97   98   99   100   101